Terbukti, 'Ceting Emas' berhasil tekan angka stunting

Tim Penggerak PKK Kota Magelang, Jawa Tengah membuat program 'Ceting Emas' atau Cegah Stunting Emak-Emak Magelang Sehat. Program ini sebagai dukungan kepada Pemerintah Kota Magelang dalam menurunkan angka stunting.

Update: 2023-10-20 16:06 GMT
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Jateng, Niken Ichtyati ikut serta memantau pelaksanan pemberian PMT kepada anak dengan indikasi stunting. Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Tim Penggerak PKK Kota Magelang, Jawa Tengah membuat program 'Ceting Emas' atau Cegah Stunting Emak-Emak Magelang Sehat. Program ini sebagai dukungan kepada Pemerintah Kota Magelang dalam menurunkan angka stunting.

Stunting sendiri merupakan  kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Niken Ichtyati yang dihubungi Jumat (20/10/2023) menjelaskan, program Ceting Emas ini sangat efektif untuk menurunkan angka stunting. Karena hampir seluruh unsur masyarakat dan organisasi terutama organisasi wanita terlibat untuk menyukseskan program "Ceting Emas".

"Program Ceting Emas merupakan inovasi dari tim penggerak PKK Kota Magelang terutama di Pokja IV," ungkap Niken seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (20/10). 

Inovasi itu muncul karena merasa prihatin dengan angka stunting di Kota Magelang, yang mencapai 13,9% naik dari tahun sebelumnya di angka 13,3% dari Hasil SSGI (Survei Status Gizi Indonesia).  "Kita merasa prihatin meski angka itu masih dibawah angka standar stunting nasional," ujarnya.

Niken menilai,  ada yang salah dalam penyaluran bantuan yang sudah sering diberikan oleh pemerintah kota kepada keluarga yang memiliki anak stunting. "Kita berpikir kemungkinan bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran. Artinya pemerintah sudah memberikan beras, daging, susu, telur kepada keluarga rawan stunting, namun bantuan itu tidak diberikan ke anak. Mungkin bisa jadi bantuan itu di jual atau di konsumsi oleh bukan anak stunting," ujarnya.

Berdasarkan hal itu, maka PKK Kota Magelang berinisiatif membuat program "Ceting Emas" pada bulan Juli 2023 lalu,  dengan sasaran langsung anak-anak stunting. Bekerjasama dengan Puskesmas, PKK memperoleh nama dan alamat anak balita/baduta  stunting.

Anak-anak yang terindikasi stunting di treatment selama 90 hari atau 3 bulan,  dengan diberi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) tinggi protein hewani.

Setiap anak di beri indeks Rp 20 ribu untuk sekali makan. Yang artinya, setiap anak memerlukan dana Rp1,8 juta atau Rp600 ribu/bulan.

Program ini di sosialisasikan kepada organisasi-organisasi yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Seperti IIDI, Persit, Dharma Wanita  dan lembaga  lainnya semacam Baznas. 

Gayung bersambut, program ini dinilai bagus dan tepat sasaran. Organisasi-organisasi  atau lembaga ini rela membantu. "Terserah kepada mereka mau membantu berapa anak, ada yang tiga, empat atau lima anak sesuai kemampuan," kata Niken.

Tidak hanya organisasi, OPD-OPD di lingkungan Pemkot juga banyak yang tertarik dengan program ini dan akhirnya turut serta membantu. 

Dalam pelaksanaan treatment kepada anak stunting, PKK didampingi oleh Persagi  atau Persatuan Ahli Gizi yang bertugas membuat menu.

Kemudian untuk penyaluran melibatkan kader PKK atau kader kesehatan  di tingkat RT. Penyaluran ini juga dipantau sehingga setiap hari ada laporan. "Kader dibekali form untuk laporan, berapa persen daging, sayuran atau protein yang di konsumsi anak stunting itu," ucapnya.

Program ini setiap bulannya di evaluasi dan ketika ada kendala di lapangan langsung bisa di selesaikan. "Bagaimana memasaknya, higienis atau tidak, semua di awasi," ungkapnya.

Tidak hanya anak stunting yang diperhatikan, orang tuanyapun ikut di edukasi. Dalam hal ini, PKK Pokja 2 membuat sekolah ibu. Orang tua terutama ibu di edukasi dan diberi ilmu bagaimana mendampingi anak stunting," imbuhnya.

Sedangkan PKK Pokja I bertugas kepada pencegahan. Pokja I mengikuti program dari PKK Propinsi Jateng dengan "Caping bayem" atau Cegah Stunting Nginceng Wong Meteng".

Niken merasa bersyukur karena program yang sudah berjalan sejak bulan Juli 2023 dengan sasaran Kecamatan Magelang Selatan, kemudian bisa beralih  ke Magelang Utara kemudian Magelang Tengah. Hal itu tidak luput dari perhatian dari salah satu yayasan yang menyalurkan dana cukup besar untuk keberlangsungan program Ceting Emas ini.

"Tidak hanya anak stunting, kita menyasar juga kepada ibu-ibu dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), yakni ibu-ibu hamil yang disinyalir  berpotensi akan melahirkan anak stunting dengan model yang sama yakni Ceting Emas," paparnya.

Disebutkan pula, setelah treatment selama 3 bulan, anak-anak stunting mengalami kenaikan tinggi dan berat badan, dengan tingkat keberhasilan 67,7 Persen.

Kabid Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Riana Devi menjelaskan, penyebab masih banyaknya anak stunting di Kota Magelang karena pola pengasuhan. Rata-rata orang tua anak stunting semuanya bekerja dan pengasuhan diberikan kepada pengasuh, suadara atau nenek. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya stimulasi pada anak stunting.

Wali Kota Magelang Dokter M Nur Azis menjelaskan, salah satu upaya untuk menekan angka stunting adalah dengan melibatkan masyarakat, organisasi, BUMD dan semacamnya. "Mereka kita ajak untuk gotong royong, dengan bersedekah berupa telur, susu atau ikan" katanya.

Menurutnya, telur, susu atau ikan  merupakan makanan yang bergizi dan mampu menurunkan angka stunting. "Telur juga mudah diperoleh dan banyak yang suka," ucapnya.

Disebutkan, data hasil penimbangan serentak di posyandu pada bulan Agustus tahun 2022, terdapat 412 anak balita yang terindikasi mengalami stunting di Kota Magelang.

Kepala Unit Pelaksana Harian Baznas Kota Magelang, Bambang Wisnu Murti membenarkan, Baznas ikut mendukung program "Ceting Emas", karena menilai program ini bagus dan efektif untuk menurunkan angka stunting. 

Tags:    

Similar News